About

Langkah Awal Menggeluti Katering

Selasa, 29 Oktober 2013

Usaha katering merupakan usaha yang popular di bidang boga. Di setiap kesempatan dan momen kita sering menjumpai aneka makanan enak yang disajikan dengan menarik oleh pengusaha katering. Usaha Catering Box merupakan usaha yang cocok bagi anda yang suka memasak dan ingin mempunyai usaha sendiri. Usaha ini memiliki peluang yang semakin besar saat berada di daerah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya. Karena kelas ekonomi yang rata-rata tinggi membuat orang senantiasa mencari yang praktis dan efektif, meski akhirnya harus mengeluarkan biaya yang lebih besar. Usaha catering di Jakarta, meski sudah banyak, tapi tak akan kehabisan pasar, mengingat peluang yang sangat besar, apalagi dengan segala rencana pengembangan ibukota menjadi megapolitan yang ideal. 

Ada macam-macam tingkatan dalam usaha ini. Tetapi biasanya dimulai dari usaha rumahan dulu. Usaha katering tingat rumahan adalah usaha jasa boga yang melayani pesanan sampai dengan seratus orang. Sebagai pemula yang mengerjakan usaha ini sendiri sebaiknya anda mulai melayani pesanan secara bertahap. 

Usaha katering dibagi menjadi beberapa segmen berdasarkan tempatnya yaitu

1. Katering rumah, meliputi rantangan atau Catering Box untuk rumah tangga, pesanan prasmanan untuk arisan/pengajian, pesanan nasi boks utuk 20-100 porsi dan pesanan nasi tumpeng.
2. Katering sekolah adalah katering makan pagi/siang untuk anak-anak sekolah. Biasanya disajikan dalam rantang/tromol makan khusus anak-anak.
3. Katering kantor, yaitu rantangan karyawan kantor, nasi boks atau prasmanan untuk perayaan/syukuran di kantor.
4. Katering acara-araca khusus/hajatan seperti pernikahan dan perayaan. umumnya menggunakan sistem prasmanan, tetapi kadang ditambah pula dengan pesanan nasi boks dan tumpeng.


Modal yang diperlukan

1. Peralatan memasak untuk memasak 100 porsi misalnya bisa dikerjakan dengan peralatan memasak yang ada dalam rumah tangga sehingga tidak perlu terburu-buru menanam modal hanya untuk membeli peralatan baru.
2. Ruangan/dapur untuk katering rumahan, ruangan khusus tidak perlu disiapkan, namun sebaiknya tata dapur anda sedemikian rupa untuk memudahkan pekerjaan dan tambahkan rak-khusus untuk tempat perlengkapan memasak.
3. Rak khusus untuk bumbu-bumbu dapur. Kalau perlu beri label pada tempat masing-masing bumbu untuk memudahkan proses memasak.
4. Keuangan. Sebagai pemula, biasanya anda belum bisa berutang alias masih memakai modal sendiri. Modal yang anda perlukan untuk berbelanja bahan-bahan makanan berkisar 60% dari harga makanan yang dipesan. Untuk pelanggan baru tidak ada salahnya anda meminta uang muka untuk meminimalkan modal.
5. Pembayaran tempo. Sistem pembayaran ini diperlukan jika usaha anda makin berkembang dan anda mulai rutin menerima pesanan dalam jumlah banyak. Jika anda rutin memesan daging ayam atau sayuran pada tukang daging/sayur langganan, anda bisa membayarnya dengan tempo 1-2 minggu. Karena menyangkut kepercayaan usahakan tepat waktu dalam pembayaran meskipun katering anda belum dibayar oleh si pemesan.

Strategi promosi

Tunjukkan perhatian dan penghargaan kepada teman/karyawan yang sudah membantu mempromosikan usaha anda sehingga anda mendapat order berikutnya. Tidak perlu mahal. Misalnya berikan seloyang puding macaroni panggang atau setoples kue. Dengan perhatian/bonus tersebut. Dia akan lebih senang membantu promosi anda. Untuk awal Anda juga bisa menggunakan harga khusus, misalkan dengan label "Catering murah di Jakarta" atau lainnya yang bisa menarik pelanggan. Setelah cukup banyak, harga bisa Anda naikkan ke level normal dan mempersiapkan strategi selanjutnya. 

Semoga tips diatas bisa menjadi inspirasi dan menambah wawasan untuk anda yang tertarik dengan Usaha Katering.

Salam Sukses!

5 Hal Utama Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Promosi

Selasa, 01 Oktober 2013



Sebelumnya mungkin perlu kita mengetahui arti kata ”promosi” yaitu suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Sedangkan tujuan promosi secara ringkas adalah meningkatkan cashflow perusahaan. Oleh karena itu agar promosi yang dilakukan dapat efektif dan efisien maka ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan tersebut yaitu :

1. WHO
Who disini berarti siapa sih sebenarnya target market atas produk/jasa yg kita tawarkan.Pemahaman atau penentuan siapa target market produk/jasa yg dituju sangatlah penting karena menyangkut kebutuhan setiap target market bisa berbeda. Dalam kasus usaha teman saya yaitu warnet yg dikhususkan untuk menerima jasa pengetikan dan pencetakan dokumen disini dapat diidentifkasi bahwa selama ini sebagai pengguna jasa/produknya sebagian besar adalah mahasiswa dan karyawan. Kebutuhan seorang mahasiswa akan jasa/produk yang akan digunakan tentunya berbeda dengan seorang karyawan. Sebagian besar mahasiswa tentunya lebih berorientasi harga/Price oriented (memilih harga jasa yang lebih murah) daripada seorang karyawan. Karyawan dengan tingkat pendapatan lebih tinggi dibanding mahasiswa cenderung lebih mengutamakan kualitas hasil cetakan, kenyamanan dan kecepatan. Dengan mengetahui kebutuhan dari setiap target market yg dituju akan berdampak pada pemilihan kata2, gambar dan bentuk tawaran yang diberikan.

2. WHERE
Setelah mengetahui secara spesifik siapa target market sebenarnya akan produk/jasa yang kita miliki maka kita dapat mengetahui dimana (where) sebagian besar target market biasanya berada/berkumpul.Hal ini perlu kita ketahui agar promosi yang dibuat lebih tepat sasaran atau langsung mengenai pada target market yang dituju. Untuk usaha warnet teman saya yang dilakukan adalah brosur untuk sasaran mahasiswa dibagikan di kampus (perpustakaan, kantin) dan toko buku. Sedangkan untuk karyawan dibagikan di perkantoran, minimarket dan memasang spanduk di jalan (ruas jalan yang banyak/sering dilalui pada saat karyawan pulang pergi)

3. WHAT
What berarti apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa yang ditawarkan sehingga menjadi solusi atas kebutuhan target market yang dituju.Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target market yang dituju maka akan banyak yang melakukan pembelian/transaksi.Misalnya dalam usaha warnet, untuk sasaran mahasiswa diberikan potongan/diskon biaya pada waktu2 tertentu (pagi dan siang hari), pencetakan dalam jumlah banyak dan efisiensi pada tinta yang digunakan. Sedangkan untuk karyawan diberikan kualitas tinta dan kertas yang bagus, disediakan minuman gratis, kemudahan dalam pengiriman file dan jasa antar hasil cetakan.

4. WHY
Why disini menyangkut mengapa sasaran/target market memilih membeli dari kita bukan dari pesaing?Nilai tambah apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa sehingga orang harus membeli/menggunakan di tempat kita. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaan/akrab, tempatnya nyaman dan ada jaminan penggantian (tidak perlu membayar apabila hasil cetakan tidak bagus/rusak).

5. HOW
How disini menyangkut bagaimana cara kita mampu menginformasikan segala kelebihan yang dimiliki oleh produk/jasa yang ditawarkan pada target market yang dituju.Misalnya dengan secara rutin menyebar brosur, memasang papan reklame/neon box, spanduk, iklan melalui internet.

Dengan mampu mengidentikasi lima hal yang utama seperti tersebut diatas maka akan memudahkan kita melakukan setiap kegiatan promosi berjalan secara efektif dan efisien. Selamat bertindak....dan terus melakukan kegiatan2 promosi yang kreatif...
Semoga bermanfaat ...

Lima Penyebab Kegagalan Pebisnis Pemula


Bagi pelaku usaha pemula terkadang sulit untuk menerima kenyataan bahwa rencana usaha yang telah disusun dengan matang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sikap demikian wajar karena pelaku usaha pemula, biasanya belum kenal dengan “kegagalan”. Sebagai pengusaha, kegagalan adalah peristiwa yang harus kita “akrabi”, sehingga ketika terjadi reaksi kita bukan frustrasi, namun dapat menganalisa penyebabnya dan mampu menyusun ulang strategi tepat untung mengatasinya. Penyebab kegagalan pebisnis pemula yang wajib diketahui, untuk dapat diantisipasi adalah sebagai berikut:


Penyebab pertama: Alasan yang salah dalam memulai usaha. 
Banyak pengusaha pemula, memulai usaha dengan alasan yang tidak tepat. Misalnya, memulai usaha dengan alasan menghindari kerja keras di tempat kerja, tidak bahagia di tempat kerja, dan sebagainya. Karena alasan nya adalah menghindari kerja keras, maka pebisnis pemula tadi akan cepat sekali merasa frustrasi ketika dalam mengelola bisnis ternyata perlu usaha yang jauh lebih keras.
Kerja keras adalah hal biasa, baik di tempat bekerja maupun ketika mengelola usaha, justru bagaimana supaya bisa melengkapi dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas, disitulah pekerjaan rumah nya. Kebahagiaan dapat hadir kapan saja, baik saat menjadi pekerja, maupun ketika menjadi pengusaha. Justru bagaimana dapat selalu menghadirkan semangat dan kebahagiaan di hati kita, dalam situasi apapun, disitu tantangannya.
Ketika alasan yang dipilih tidak tepat, maka frustrasi dan kegagalan akan mudah sekali menghampiri.


Penyebab kedua: Tidak berhasil menarik pelanggan.
Euphoria ketika memulai usaha, seringkali membutakan kita dengan hal-hal yang sangat prinsipil dalam bisnis, misalnya bagaimana mendatangkan pelanggan dan menciptakan transaksi yang menguntungkan. Karena sangat bersemangat memulai usaha, kadang pelaku usaha pemula lupa untuk melakukan mengenali pasar, apakah produk yang diciptakannya memiliki kebutuhan yang nyata pada pasar yang menjadi sasarannya. Produk yang luar biasa inovatif, desain menarik, tetap saja akan berpotensi gagal apabila memang tidak ada kebutuhan riil. Misalnya, jika pasar sasaran kita adalah para petani di desa, tentu produk yang cocok adalah perangkat pertanian yang mereka butuhkan, bukan perangkat perkantoran canggih yang dibutuhkan kaum professional di kota besar.
Dalam kasus lain, kita sudah menciptakan produk inovatif yang luar biasa, dan memang ada kebutuhan kuat dari masyarakat akan produk tersebut, namun kalau tidak dilakukan marketing yang baik, maka potensi gagal juga akan besar. Karena suatu produk yang baik, baru akan sukses, jika kita komunikasikan dengan cara yang tepat, kepada orang yang tepat, secara masal.


Penyebab ketiga: Biaya operasional terlalu besar.
Banyak pengusaha pemula yang gagal tinggal landas, karena besar pasak daripada tiang. Misalnya usaha sudah dapat mendatangkan hasil yang baik. Memiliki produk yang inovatif, pasar yang potensial, dengan kebutuhan yang terdefinisikan dengan baik. Strategi pemasaran pun dapat dijalankan dengan baik. Namun apabila untuk itu semua diperlukan biaya yang lebih besar dari pendapatan, maka dalam jangka panjang usaha tersebut akan sulit dipertahankan.
Seringkali biaya operasional yang besar tersebut datang dari “jebakan kemewahan korporat” belaka. Hal-hal yang sesungguhnya jika dikaji ulang tidak perlu. Misalnya, kantor yang mewah, sementara tidak pernah ada customer yang perlu datang ke kantor kita. Perangkat komunikasi dan komputer mobile yang canggih, sementara kita jarang perlu menggunakan di luar kantor. Kendaraan yang mahal sementara kita jarang memerlukan, dan sebagainya.


Penyebab keempat: Manajemen hutang yang buruk.
Karena terlalu bersemangat dalam berusaha, seringkali pelaku usaha mengabaikan prinsip dasar berhutang. Seringkali mereka menggunakan hutang untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan memperbesar hasil usaha. Akibatnya adalah jebakan hutang, yang ditutup dengan hutang yang lain, kemudian ditutup dengan hutang yang lain, dan seterusnya. Tidak jarang pengusaha pemula, berakhir usaha nya dalam kondisi terjebak hutang yang sudah sulit diurai ujung pangkal nya.
Prinsip dasar manajemen hutang adalah kita menggunakan hutang untuk mengungkit usaha kita. Kita mengambil hutang karena usaha kita dapat mendatangkan pendapatan, memiliki keuntungan yang cukup, yang akan menjadi sumber pengembalian hutang. Bukan semata karena ada jaminan berupa harta tetap (fixed asset).


Penyebab kelima: Tim yang tidak solid.
Tidak jarang usaha yang awalnya berjalan baik, kemudian harus bubar karena tim yang didalamnya memutuskan untuk berpisah. Terlebih apabila usaha tersebut dibangun secara bersama-sama. Potensi “pecah kongsi” dapat menjadi sumber kegagalan.
Umumnya ini terjadi karena tidak adanya “trust”, rasa percaya diantara anggota tim. Ketiadaan trust datang dari keinginan untuk dipercaya, tapi tidak dapat membuktikan diri bahwa kita layak dipercaya. Kepercayaan adalah sesuatu yang harus kita raih, kita buktikan melalui tindakan nyata. Bukan sesuatu yang diberikan begitu saja oleh orang lain.
Selain itu, pecah kongsi sering terjadi karena satu pihak merasa lebih unggul atau lebih berjasa dari pihak lain. Tidak menyadari bahwa setiap orang punya kekuatan dan kelemahan. Sikap seperti ini akan menjadi sumber perpecahan. Kalau memang ingin membangun usaha dengan partner, maka toleransi terhadap kelemahan partner lain menjadi kata kunci.



Demikianlah lima penyebab kegagalan yang harus kita antisipasi. Seorang pengusaha sejati, tidak hanya siap untuk menerima keuntungan, tidak hanya terbius dengan angka-angka proyeksi keuntungan. Namun juga siap, jika hasilnya adalah sebaliknya. Pengusaha sejati akan menjadikan kegagalan tadi sebagai umpan balik, menyusun ulang strategi, dan bangkit kembali.

 
Taste of Business and Enterpreneurship © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions